8 Februari 2013 - 12:25

"Kita patut bersyukur karena konspirasi itu sebagaimana konspirasi-konspirasi lainnya, telah digagalkan. AS, Israel dan sekutunya kembali menerima kehinaan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani mengatakan, diplomasi Iran untuk menyelesaikan krisis di Suriah berjalan efektif dan konstruktif.

"Kini, Amerika Serikat, Israel dan negara-negara penentang Damaskus, menerima perundingan seletah mereka gagal di Suriah," ujar Ayatullah Kermani, seperti dikutip IRNA.

 Menurutnya, proyek AS, Israel dan sekutunya terkait pengerahan kelompok militan ke Suriah telah gagal dan terpaksa tunduk pada proses perundingan. "Kita patut bersyukur karena konspirasi itu sebagaimana konspirasi-konspirasi lainnya, telah digagalkan. AS, Israel dan sekutunya kembali menerima kehinaan," ujar Ayatullah Kermani.

Di bagian lain, ulama berpengaruh ini menegaskan pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan menilai masalah utama negara-negara seperti Mesir, Suriah dan Irak adalah konflik internal.

"Perpecahan merupakan kendala utama dan musuh ingin mengadu domba umat Islam. Jika Muslim bersatu, maka tidak akan ada kesedihan, seperti Iran yang berpijak pada wilayatul faqih dan AS tak bisa berbuat apa-apa," paparnya.

Berbicara tentang kondisi dalam negeri Iran, Ayatullah Kermani mengatakan, musuh ingin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap warga dengan harapan mereka akan menjaga jarak dari Republik Islam.

"Namun, rakyat Iran akan membuktikan pada hari ulang tahun Revolusi Islam bahwa mereka selalu setia kepada Republik Islam Iran," tegasnya.